Psikoterapi

Terapi Pengampunan – Dr. Robert Enright

Ketika seseorang melukai perasaanmu, itu bisa menjungkibarbalikkan hidupmu. Kadang kala, lukanya begitu dalam, seperti saat pasanganmu, orang tua, teman baik berkhianat. Atau saat kamu menjadi korban kekerasan atau bully. Setiap orang yang pernah terluka mengerti bahwa dunia terdalamnya telah terkoyak, dan sulit untuk berkonsentrasi pada hal lain selain pada guncangan atau perasaan terluka. Saat kamu terpaku pada perasaan terluka, kita menjadi pincang secara emosional dan kognitif, sehingga menghambat relasi interpersonal. Pengampunan adalah obat mujarab untuk hal ini. Ketika badai pencobaan melanda hidupmu, tidak ada yang lebih efektif daripada pengampunan sebagai obat luka yang terdalam. Dr. Robert Enright tidak akan menghabiskan 30 tahun untuk mempelajari pengampunan, jika tidak yakin akan manfaatnya.Baca juga : Kajian Ilmiah tentang Memberi Pengampunan

Banyak orang tidak memiliki pemahaman yang benar mengenai pengampunan. Beberapa orang mungkin ingin mengampuni, tapi bertanya – tanya, benarkah mereka bisa mengampuni ?Pengampunan tidak selalu datang dengan mudah, namun semua orang bisa mengampuni jika memiliki alat bantu yang tepat, dan jika benar – benar berusaha.

Berikut adalah garis besar beberapa langkah dasar untuk mengampuni, berdasarkan buku yang ditulis Dr. Robert Enright yang berjudul 8 Keys to Forgiveness. Untuk memahami dasar terapi pengampunan Dr. Robert Enright, PdD, baca juga :  Psikologis Pengampunan Menurut Model Proses Enright

Langkah #1 : Mengetahu apakah pengampunan dan perlunya mengampuni

Pengampunan pada dasarnya adalah kebaikan, mengenai perpanjangan belas kasihan kepada orang yang melukai perasaan kamu, walaupun  mereka tidak “pantas” menerima pengampunanmu. Ini bukan mencari alasan untuk membenarkan perilaku seseorang, dan bukan pula berpikir bahwa kejadian yang menyakitkan itu tidak terjadi.

Pengampunan adalah sebuah proses dengan banyak langkah yang terjadi dengan non-linear.

Proses mengampuni dapat meningkatkan  self-esteem kamu dan memberikan kekuatan dan rasa aman. Pengampunan dapat meluruskan kebohongan yang kamu katakana pada dirimu saat seseorang melukaimu, seperti  : “Memang aku terlahir sebagai pecundang”  atau “Aku tidak berharga

Pengampunan dapat memulihkan kita dan membantu kita untuk melanjutkan hidup dengan penuh makna dan tujuan.  Pengampunan itu benar perlu, dan kamulah penerima utama semua manfaatnya.Beberapa studi menunjukkan bhwa mengampuni orang lain membawa banyak manfaat psikologis pada orang yang memaafkan.

Pengampunan terbukti menurunkan depresi, kecemasan, kemarahan yang tidak sehat, dan berbagai gejala PTSD.  Pengampunan dapat membimbingmu ke penyembuhan psikologis, namun bukan itu intinya. Pengampunan pada dasarnya bukan mengenai kamu, atau apa yang telah kamu lalui. Pengampunan adalah sesuatu yang kamu berikan kepada orang lain, karena seiring dengan waktu,  kamu menyadari,  mengampuni adalah respon terbaik.

Langkah #2 : Menjadi pribadi yang siap mengampuni

Cari tahu bagaimana mengatasi hambatan –hambatan untuk mengampuni

Berapa murah hatinya kamu dalam mengampuni ?

Memberi pengampunan akan lebih mudah jika kamu telah mengubah dunia dalammu, sehingga kamu menjadi pribadi yang siap mengampuni.Persis seperti halnya saat kamu mulai menjalani olah raga, di mana otot tubuh terbentuk seiring waktu, maka perlu waktu untuk membentuk otot mengampuni dengan cara menyertakan latihan – latihan rutin  dalam hidupmu sehari – hari.

Kamu bisa mulai menjadi lebih siap membuat komitmen untuk tidak melukai orang lain, caranya dengan secara sadar menghindari berbicara negatif mengenai mengenai mereka yang telah melukaimu. Kamu tidak perlu mengatakan hal – hal yang baik tentang mereka, namun dengan tidak memburuk – burukkan mereka, maka pikiran dan hatimu untuk mengampuni akan diperkuat.

Atau bisa juga dengan mengakui bahwa setiap pribadi adalah unik, special, dan tak tergantikan. Apapun metodenya (iman atau filosofi humanis), penting untuk memupuk pola pikir  untuk menghargai  kesamaan sisi – sisi kemanusiaan, sehingga  kamu tidak mudah menghakimi orang yang telah melukai perasaanmu sebagai orang yang tidak berharga.

Kamu dapat menunjukkan kasih sayang dengan berbagai cara kecil dalam hidup sehari – hari, seperti tersenyum pada kasir, penyapu jalan, atau mendengarkan seorang anak kecil. Dengan memberikan kasih sayang  (walau tidak dirasa perlu), akan membantu membentuk otot kasih sayangmu,sehingga memudahkan kamu untuk menunjukkan welas asih kepada orang lain. Pengampunan dan belas kasihan ini jika dilakukan dalam tindakan sehari – hari  akan membantu kamu ketika seseorang melukai perasaanmu.

Mungkin kamu bisa menahan lidahmu, saat orang yang kamu kasihi meledak padamu, atau bahkan memeluknya.

Kadang kala kesombongan melemahkan daya upaya untuk memaafkan dan membuatmu merasa berhak dan tinggi hati, sehingga kamu berkubang dalam kebencian.Usahakan untuk menyadari saat kamu berada pada posisi sombong tersebut, dan dengan sadar putuskan untuk mengampuni. Baca cerita bagus untuk menjadi inspirasi pengampunan di  International Forgiveness Institute .

Langkah #3 : Beri perhatian pada luka didalam lubuk hatimu (inner pain)

Penting untuk menyadari siapa yang telah melukaimu dan bagaimana.  Tidak semua kejadian yang membuatmu menderita itu. Contoh : Kamu tidak perlu memaafkan orang tua atau pasanganmu karena tidak sempurna, walaupun ketidak sempurnaanya membuat kamu tidak nyaman.

Perhatikan orang – orang di hidupmu : orang tua, saudara, pasangan, rekan kerja, atasan, atau bahkan dirimu sendiri, dan nilailah, berapa jauh mereka telah melukai perasaanmu.  Mungkin mereka telah menindasmu, atau tidak menunjukkan kasih sayang, atau mungkin mereka telah melakukan tindakan kekerasan terhadapmu. Luka – luka ini dapat berkontribusi pada inner pain dan harus dikenali.  Dengan mengenali inner pain, maka kamu akan mengerti siapa yang memerlukan pengampunan dalam hidupmu,itu adalah titik awal untuk belajar mengampuni.

Ada banyak luka batin, namun bentuk yang paling umum adalah : kecemasan, depresi, kemarahan yang tidak sehat, .kebencian terhadap diri sendiri, rendahnya self-esteem,  selalu berpikir negatif ,kurangnya kepercayaan diri untuk mengubah diri.  Semuanya dapat disembuhkan dengan pengampunan.

Maka, penting untuk mengidentifikasi luka mana yang kamu derita dan bagaimana mengenali dan mengatasinya. Semakin dalam lukanya, semakin penting bagimu untuk mengampuni orang tersebut.  Ini dapat kamu lakukan sendiri atau dengan bantuan terapis.

Langkah #4 : Membangun pikiran mengampuni melalui empati

Para ilmuwan telah mempelajari apa yang terjadi di otak saat manusia berpikir mengenai pengampunan. Mereka menemukan bahwa saat seseorang berhasil membayangkan mereka mengampuni orang lain, maka jaringan – jaringan yang berfungsi membangun empati diaktifkan di otak. Ini menunjukkan bahwa empati terhubung langsung dengan pengampunan dan merupakan langkah penting dalam proses mengampuni.

Jika kamu mengamati lebih dekat orang yang telah melukai perasaanmu, kamu bahkan dapat melihat dengan lebih jelas luka – luka batin yang mereka bawa, dan mulai terbentuk empati untuk orang tersebut.

Pertama – tama , bayangkan orang itu di masa kecilnya, tak berdosa, sangat membutuhkan kasih sayang dan dukungan orang lain. Apakah ini didapatkan dari orang tuanya ? Riset membuktikan bahwa seorang bayi yang tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari pengasuhnya, cenderung sulit dekat dengan orang lain dan sulit percaya pada orang lain. Ini mungkin membawa kesepian dan konflik di sepanjang hidupnya.

Kamu dapat juga membuat narasi mengenai orang yang telah melukaimu, mulai dari  masa kecilnya sampai masa dewasa, atau bayangkan saja sejauh pengetahuanmu. Mungkin kamu akan dapat melihat kerapuhan fisik dan penderitaan psikologisnya dan mulai memahami sisi – sisi kemanusiaan yang sama – sama kalian miliki. Kamu akan membayangkan dia sebagai orang ringkih dan penuh luka, yang melukai kamu. Terlepas dari apa yang telah ia lakukan untuk melukai perasaanmu, kamu menyadari, ia pun tidak seharusnya menderita.

Dengan mulai mengenali semua luka yang kamu bawa di hatimu, maka pintu pengampunan di hatimu akan mulai terbuka.

Lankah #5 : Menemukan makna di dalam penderitaanmu

Tanpa menemukan makna dalam derita tersebut, maka kamu akan kehilangan arah tujuan hidup, berujung pada keputus asaan dan kesimpulan bahwa hidupmu tidak berarti.  Ini tidak meminta kamu untuk sengaja mencari  – cari penderitaan, atau mencari kebaikan dalam tindakan buruk orang lain.

Sebaliknya, kamu mencari bagaimana penderitaan telah mengubahmu ke arah yang positif. Sebagai seorang yang berhasil lolos dari suatu penderitaan, adalah mungkin untuk mengembangkan tujuan – tujuan hidup jangka pendek dan kadang jangka panjang.

Beberapa orang mulai berpikir bagaimana mereka dapat menggunakan penderitaan untuk mengatasi berbagai rintangan, karena mereka telah menjadi lebih tahan banting atau berani. Penderitaan telah mengubah sudut pandang mereka mengenai apa yang penting dalam kehidupan, mengubah tujuan jangka panjang untuk diri mereka sendiri. Menemukan makna dalam penderitaan bukan dimaksudkan untuk menghilangkan rasa sakit tersebut. Juga bukan berarti : “Aku akan berbuat yang terbaik dari situasi ini.” Juga bukan “Semua hal terjadi karena suatu tujuan”. Kamu harus selalu menemukan luka – luka dalam dirimu sendiri dan mengenali sisi tidak adil dari pengalamanmu, jika tidak maka pengampuna yang kamu berikan akan menjadi dangkal.

Ada banyak cara untuk menemukan makna dalam penderitaanmu. Beberapa orang mungkin memilih untuk berfokus pada indahnya dunia dan memberikan pelayanan kepada mereka yang membutuhkan.  Beberapa orang mungkin menemukan makna dengan mengatakan sejujurnya apa yang terjadi,dan menguatkan mereka sendiri. Intinya, gunakanlah penderitaanmu supaya kamu diperkaya oleh kasih dan membagikan kasih tersebut kepada orang lain. Menemukan makna dari sesuatu, sangat membantu untuk menentukan arah dalam memberi pengampunan.

Langkah #6 : Saat sangat sulit untuk mengampuni, bertopanglah pada kekuatan lain

Memberi pengampunan selalu sulit saat kamu menghadapi ketidakadilan dari orang lain.  Saat terlalu sulit untuk mengampuni seseorang, akan membantumu untuk bertopang pada kekuatan lain. Pertama – tama ingatlah, jika kamu bergumul dengan mengampuni orang lain, tidak berarti bahwa kamu adalah sebuah kegagalan. Pengampunan adalah sebuah proses yang memerlukan waktu, keseabaran dan niat.  Jangan tuntut dirimu terlalu keras, lembutlah pada dirimu,

Dan mulailah menerima dirimu sendiri.

Berusahalah merespon pada dirimu sebagaimana kamu merespon orang yang kamu kasihi. Kelilingi dirimu dengan orang bijak dan baik yang mendukung perkembanganmu dan yang memiliki kesabaran untuk membiarkanmu berproses dalam memulihkan dirimu, dengan caramu sendiri. Usahakan untuk mengembangkan keberanian dan kesabaran di dalam dirimu untuk membantumu melewati perjalanan ini.  Kamu bisa membantu mengakhiri lingkaran setan akan rasa terluka ini kepada orang lain. Jika masih terlalu sulit untuk mengampuni, kamu dapat melakukan simulasi mengampuni dengan mencari orang lain  yang lebih mudah untuk kamu ampuni (seseorang yang tidak terlalu dalam melukaimu).

Atau, kadang lebih baik untuk berfokus untuk mengampuni orang yang menjadi akar luka di hatimu.

Langkah #7 : Maafkan dirimu 

Banyak di antara kita yang memperlakukan diri sendiri lebih keras dibandingkan orang lain. Atau bahkan banyak yang tidak mencintai dirinya sendiri. Jika kamu merasa tidak layak dikasihi karena tindakan – tindakanmu, mungkin pertama – tama kamu harus memaafkan dirimu sendiri. Dalam mengampuni diri sendiri, kamu menghargai dirimu sebagai satu pribadi, walaupun kamu jauh dari sempurna. Jika kamu merasa dirimu jauh dari kepribadian standar (menurut ukuran yang ditetapkan dirimu atau lingkungan), kamu mungkin membenci dirimu sendiri. Saat ini terjadi, kamu tidak lagi menjaga dirimu, kamu mungkin akan makan , tidur , merokok , minum alkohol berlebihan. Semua itu kamu lakukan untuk menghukum dirimu sendiri. Salah satu akar penyebab berbagai gangguan perilaku makan / kecanduan makanan (misalnya Binge Eating DIsorder) adalah karena membenci dirinya sendiri.

Kamu perlu mengenali hal ini, dan mulai mengasihi dirimu sendiri. Lembutkan hati untuk dirimu. Sesudah kamu mengampuni dirimu, kamu perlu mencari pengampunan dari orang – orang yang kamu lukai, dan memperbaikinya sebaik yang kamu bisa.  Penting untuk menyadari, bahwa orang – orang tersebut mungkin belum siap untuk memaafkan kamu. Maka dari itu, kamu perlu belajar memupuk kesabaran dan kerendahan hati.

Namun, sebuah permintaan maaf yang tulus, yang tidak terikat kondisi atau harapan tertentu, sangat besar manfaatnya, dan kamu akan mendapatkan pengampunan pada akhirnya.

Langkah #8 : Membangun hati yang pemaaf 

Saat kita menderita, kita mendapatkan pemahaman yang lebih matang mengenai apa artinya menjadi rendah hati, berani dan mengasihi dalam dunia ini. Kita mungkin bisa menciptakan lingkungan yang saling mengampuni dalam keluarga atau kantor tempat kita bekerja, membantu mereka yang terluka untuk mengatasi penderitaan mereka, atau melindungi komunitas kamu dari lingkaran setan akan kebencian dan kekerasan. Semua pilihan ini dapat meringankan hati dan membawa kegembiraan dalam hidup.

Beberapa orang mungkin percaya bahwa tidak mungkin untuk mengasihi orang yang telah melukai mereka. Namun menurut Dr. Robert Enright, banyak orang yang mengampuni orang lain, menemukan cara untuk membuka hatinya.

Jika kamu melepaskan diri dari akar pahit (kepahitan) dan mulai menggantinya dengan cinta dan kasih sayang, dan kamu melakukan ini kepada sekian banyak orang, maka  kamu menjadi lebih bebas untuk mengasihi orang lain dengan dalam. Transformasi jenis ini dapat menciptakan  jejak dan kenangan akan cinta yang terus hidup bahkan setelah kamu tiada.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *