Gangguan Kepribadian, Makanan Alami

Pengaruh Makanan pada Mood dan Kesehatan Mental

Berbagai gangguan mental seperti depresi dan ketidakstabilan mood sering kali dianggap berasal dari proses biokimia atau emosi saja. Padahal nutrisi berperan besar untuk membentuk mood, menyembuhkan depresi dan berbagai penyakit mental. 

Bagaimana Pengaruh Makanan bagi Mood dan Penyakit Mental?

Berikut video singkat penjelasan pengaruh makanan bagi mood kita “How the food you eat affects your brain – Mia Nacamulli – Ted Ed

 

  1. Makanan penting untuk perkembangan otak

Mengutip pendapat Roxanne Sukol, MD,  seorang spesialis pengobatan preventif di  Cleveland Clinic’s Wellness Institute. “Ketika kita mengkonsumsi makanan yang memberikan nutrisi pada tubuh, makanan itu diubah menjadi  dasar membuat protein, enzim, jaringan di otak dan neurotransmitter

  1. Makanan yang tepat membantu otak untuk tumbuh

Nutrisi tertentu terkait erat dengan perubahan  – perubahan di protein otak yang membantu meningkatkan koneksi antar sel – sel otak. Sebuah diet yang kaya nutrisi seperti asam amino Omega 3 dan Zinc membantu hal ini. Otak memiliki kemampuan untuk terus berkembang yang dikenal dengan istilah neuroplasticity.

Sebuah diet yang tinggi gula dan lemak jenuh berefek buruk pada protein otak.  Beberapa studi membuktikan bahwa diet tinggi gula memperburuk gejala  schizophrenia.

  1. Makanan yang tepat memberikan bakteri baik ke tubuh

Dan hal ini menunjang kesehatan otak. Jutaan bakteri baik hidup di usus. Mereka hidup di usus dan melawan bakteri – bakteri buruk dan menjaga sistem kekebalan tubuh. Beberapa bakteri baik bahkan mampu membantu mensintesa vitamin B, yang sangat baik untuk kesehatan otak dan mental.

Menurut Dr. Drew Ramsey, “Makanan kaya probiotik (bakteri baik) membantu menjaga kesehatan bakteri di usus sehingga dapat  mengurangi radang, sehingga berpengaruh positif pada mood dan kognitif.

Beberapa gangguan mental yang cenderung makin sering ditemui di berbagai negara adalah : depresi, Borderline Personality Disorder  Bipolar Personality Disorder, Schizophrenia, and Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).

Defisiensi neurotransmitter  (serotonin, dopamine, noradrenalin dan asam amino butarat (GABA) sering dikaitkan dengan depresi.

Seperti disebutkan dalam beberapa penelitian, asam amino seperti triptofan, tyrosine, phenylalanine, and methionine sering kali membantu mengobati berbagai gangguan mood, termasuk depresi. Saat dikonsumsi dalam keadaan perut kosong, triptofan yang adalah precursor serotonin biasanya langsung diubah menjadi serotonin. Karena itu, triptofan penting untuk tidur nyenyak.

Serotonin adalah satu neurotransmitter yang bersifat menenangkan. Serotonin berperan besar dalam proses biokimia di otak dan membantu kita tidur nyenyak, memiliki mood yang sehat, percaya diri, nafsu makan yang sehat dan mendorong interaksi sosial.

Defisiensi yang paling umum ditemui dalam pasien