Gangguan Kepribadian

Mengenal BPD (Gangguan Kepribadian Ambang)

Mengenal BPD (Gangguan Kepribadian Ambang)

BPD-5-healtholino Mengenal BPD (Gangguan Kepribadian Ambang)
Ketidakstabilan emosi, perilaku dan relasi adalah ciri khas Borderline Personality Disorder

BPD (Borderline Personality Disorder) adalah gangguan kepribadian serius dan kompleks yang ditandai dengan ketidakstabilan emosi, perilaku dan relasi. Kelakuan dewasa bisa runtuh tiba – tiba  dengan diikuti uraian air mata atau luapan kemarahan yang kekanak – kanakan. Karena itu, BPD  juga dikenal dengan EUPD ( Emotionally unstable personality disorder) . BPD menjadi serius karena tingkat butuh diri karena BPD hamper mencapai 10% (prosentase tertinggi di antara semua penyakit kejiwaan).

BPD sering dialami bersamaan dengan gangguan mental lainnya. BPD sering kali muncul dengan gangguan mental lainnya seperti depresi dan kecemasan berlebihan. Hal ini menyebabkan BPD tersembunyi dalam bayang – bayang gangguan mental lainnya. Sering kali penderita Borderline Personality Disorder salah didiagnosa sebagai Bipolar Personality Disorder, karena adanya kesamaan ciri – ciri dalam kedua kondisi ini.

Kompleksnya Borderline Personality Disorder membuat kondisi ini sering salah didiagnosa sebagai Bipolar Personality Disorder, karena adanya beberapa kesamaan ciri – ciri dalam kedua kondisi ini.

Video ini menggambarkan perasaan seorang penderita Borderline Personality Disorder

 

Mengapa digunakan istilah ‘ambang’ ?
Istilah ‘batas ambang’ digunakan karena  dulu dokter berpikir bahwa penyakit kejiwaan ini berada di garis perbatasan antara psikosis dan neurotik.

Bagaimana seseorang didiagnosa sebagai penderita BPD ?
Seseorang didiagnosa menderita BPD  jika mengidap setidaknya 5 dari gejala di bawah ini.

Diagnosa ganguan mental / penyakit kejiwaan hanya bisa diberikan oleh psikiater melalui serangkaian proses yang melibatkan beberapa profesi dalam kesehatan kejiwaan. Borderline Personality Disorder sering kali salah didiagnosa sebagai Bipolar Personality Disorder.

Apa gejala / ciri – ciri BPD ?

    1. Ketidakmampuan menata emosi dan pikiran, sehingga penderita BPD cenderung hipersensitif, sangat emosional dan memiliki toleransi rendah terhadap stress. Penderita BPD  cenderung mengalami perubahan mood  secara mendadak (mood swing) dan ketidakstabilan emosi dan luapan emosi  yang tidak terkontrol.  Perubahan mood ini bisa bertahan beberapa jam sampai beberapa hari.
    2. Penderita BPD cenderung berperilaku  impulsif dan kurang pikir, sehingga membahayakan diri sendiri dan orang lain ..  [anchor link to melukai diri sendiri). Penderita BPD rentan mengidap kelainan perilaku lainnya, seperti  kebut – kebutan, substance abuse  (kecanduan makanan, belanja,  obat , alkohol atau seks),kelainan perilaku makan (bulimia-, anorexia-, overeating- atau- binge eating disorder).
    3. Pasang surut dalam relasi dengan orang – orang terdekat (keluarga, tempat kerja dan komunitas lainnya). Pasang surutnya relasi dengan penderita BPD seperti yang dijelaskan dalam video YouTube berikut :  The Paradox of Love & Hate- Understanding Borderline Personality Disorder – BPD Relationship Expert

  1. Ketidak stabilan citra diri yang idak stabil. Citra diri sering kali berubah , seiring perubahan perasaan, pendapat, nilai hidup, rencana atau tujuan masa depan. Citra diri juga berubah tergantung dengan siapa penderita mengalami kedekatan emosi saat itu.
  2. Penderita BPD memiliki pola pikir yang kaku (Black & White Thinking). Dunia dilihat sebagai hitam  (atau buruk sekali) dan putih (baik sekali). Penderita BPD bergantung pada orang lain untuk menenangkan mereka. Sehingga orang gantungan ini bisa sangat dikasihi penderita, untuk kemudian sangat dibenci , lalu dikasihi lagi di waktu lainnya.
  3. Merasa ‘dijadikan tumbal”, tidak mampu menerima tanggung jawab atas dirinya sendiri
  4. Sering kali mengalami depresi, kesedihan atau kekosongan
  5. Paranoid (curiga berlebihan), tidak berpijak pada kenyataan.
  6. Psikotik (melihat atau mendengar hayalan, karena hal itu tidak dilihat atau didengar orang lain.
  7. Studi membuktikan bahwa penderita BPD bisa melihat kemarahan di wajah netral orang lain, atau bereaksi berlebihan terhadap kata – kata atau tindakan yang dianggap wajar oleh orang sehat.
  8. Pikiran kosong dan tidak mampu mengingat hal – hal yang terjadi dengan benar.
  9. Reaksi berlebihan saat khawatir ditinggalkan orang – orang terdekat (panik, depresi) . Segala cara untuk mencegah ini, termasuk dengan melukai diri sendiri (memotong, membakar, mencakar,menjambak rambut, membeturkan   kepala ke dinding atau membunuh dirinya sendiri). Tindakan berbahaya ini dilakukan untuk menetralkan emosi dan rasa sakit  atau untuk menghukum dirinya sendiri).

Apa penyebab BPD ?
Para ahli percaya bahwa BPD bersifat genetik dan beberapa situasi memicu kemunculan BPD. Melalui studi otak manusia, disimplkan bahwa ketidakstabilan emosi dan perilaku impulsif ini diakibatkan oleh aktivitas kimia yang bertambah atau berkurang di otak.   Daniel Amen adalah salah satu dokter di Amerika Serikat yang melakukan penelitian terhadap  hasil scan 10000 otak manusia.

Kapan BPD mulai berkembang ?
Sebagian besar BPD  mulai berkembang di masa awal beranjak dewasa. Walaupun demikian, beberapa studi menyebutkan BPD dapat berkembang sejak masa kanak – kanak.

Stigma dan Fakta mengenai  Borderline Personality Disorder  :

BPD-5-healtholino Mengenal BPD (Gangguan Kepribadian Ambang)
Stigma sosial yang tidak benar mengenai Gangguan Kepribadian Ambang

 

Bagaimana menyembuhkan BPD ?

Berbeda dengan pengobatan berbagai penyakit kejiwaan lainnya  yang mengandalkan obat ,  pengobatan BPD mengandalkan pada terapi perilaku . Jenis terapi yang umum digunakan untuk menyembuhkan BPD adalah Dialectical Behavioural Therapy (DBT).  Terapi membantu penderita memahami emosi – emosi yang menjadi pemicu perilaku mereka, dan mendorong penderita untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri dengan memilih perilaku yang tepat saat emosi mereka naik.

Selain itu, nutrisi berperan penting dalam menyembuhkan gangguan mental / penyakit kejiwaan.

Obat – obatan hanya digunakan seperlunya untuk beberapa gejala BPD (seperti anti depresi, valium untuk mengatasi kecemasan berlebihan).

 

Kesimpulan

Salah satu langkah awal  sembuh dari segala penyakit termasuk BPD adalah penderita mengakui dan menerima penyakit tersebut.

Ingatlah bahwa Borderline Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Ambang) adalah kondisi medis yang memerlukan dukungan terapi , psikologi dan nutrisi.   Dengan dukungan keluarga penderita BPD akan sembuh seiring dengan waktu.  Jalinan  komunikasi dengan sesama penderita atau keluarganya  (supporting group) sangat membantu menguatkan penderita dan orang – orang terdekat dalam menjalani proses penyembuhan dan  kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *