Psikoterapi

Fase Kedua dari 4 Fase Model Proses Pengampunan Enright

Pada fase pertama dari model proses pengampunan Enright (tahap pembongkaran luka), kita belajar bagaimana suatu penghinaan dapat melibatkan berbagai luka yang melibatkan berbagai emosi negatif . Maka pada tahap kedua ini, seseorang akan mendapatkan pemahaman yang benar mengenai pengampunan dan membuat keputusan dan komitmen untuk mengampuni berdasarkan pemahaman ini. Walaupun ada berbagai  kewajiban religius, spiritual dan budaya untuk mengampuni orang lain, namun pengampunan adalah dan harus merupakan sebuah “keputusan bebas”. Setidaknya, seseorang mesti tergerak hatinya untuk mengampuni mereka yang melukainya.  Bagi mereka yang terpenjara akan ketidakmampuan untuk mengampuni, keputusan untuk mengampuni dapat melibatkan penyadaran akan  kegagalan berbagai upaya untuk mengatasi penderitaan karena penghinaan tersebut.

Keputusan untuk mengampuni dapat dimulai dengan “Bosan dan lelah menjadi terus menerus bosan dan lelah”. Pada titik ini, seseorang tidak hanya didorong rasa sakit karena tidak mengampuni, namun juga ditarik oleh harapan bahwa dengan belajar mengampuni akan membebaskannya  dari luka yang lebih dalam, sebuah penderitaan yang dapat dihindari. Sehingga pada akhir fase ini, seseorang  yang terperangkap dalam  ketidakmampuan  mengampuni dan penderitaan karenanya, menyadari bahwa pengampunan adalah sebuah pilihan, sehingga ia membuat keputusan untuk mulai mengampuni, tidak masalah bagaimana lemahnya keputusan tersebut.

RE-Fase-2-dari-model-Rinright-adalah-membuat-keputusan-untuk-mengampuni-0 Fase Kedua dari 4 Fase Model Proses Pengampunan Enright
Penganut iman Kristiani percaya bahwa Tuhan ingin manusia saling mengampuni

Keputusan untuk mengampuni dan mengalami pengampunan emosional / pembebasan emosional

Ada perbedaan antara membuat keputusan untuk mengampuni dan mengalami pengampunan emosional / pembebasan emosional. Beberapa orang yang sudah membuat keputusan untuk mengampuni dapat saja masih merasa sangat terluka, marah atau sedih karena luka batin tersebut. Ini adalah hal yang wajar.  Yang perlu ditekankan adalah ada perbedaan antara membuat keputusan untuk mengampuni dan mengalami pengampunan emosional. Membuat keputusan untuk mengampuni adalah sebuah komitmen yang mengarah kepada pengampunan. Ini adalah sebuah komitmen untuk tidak membalas dendam, melainkan memperlakukan pelaku dengan lebih positif. Sebuah keputusan untuk mengampuni dapat diambil dengan cepat, namun tidak selalu demikian halnya dengan pengampunan emosional. Pengampunan emosional adalah sebuah proses yang melibatkan perubahan emosi terhadap si pelaku.

Dengan berjalannya waktu, emosi  positif  korban dapat tumbuh terhadap sang pelaku  (welas asih, empati, kasih sayang), dan emosi negatif  (kemarahan, ketakutan , kesedihan) dapat semakin menurun. Pengampunan emosional tidak selalu terjadi dengan segera, pengampunan emosional adalah suatu proses yang membutuhkan waktu, dan ini  manusiawi.

Jadi langkah yang penting adalah mengambil keputusan untuk memberikan pengampunan, dan membuat komitmen untuk mengupayakan pengampunan tersebut.

 

Selanjutnya : Fase Ketiga dari 4 Fase Model Proses Pengampunan Enright

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *