Makanan Alami

Cara Membuat Cuka Apel

 Cuka apel dapat digunakan untuk memasak, merawat kulit dan rambut, dan sebagai minuman tonik kesehatan. Cuka apel merupakan fermentasi asam asetat dari apel.  Membuat cuka apel sangat mudah. Pada dasarnya dalam fermentasi ini, gula yang ada di dalam apel dan larutan gula dimakan dan dipecah oleh berbagai mikroorganisme baik  menjadi alkohol dan asam asetat (cuka). Di akhir fermentasi yang tertingal adalah makanan dengan gizi berlipat dan awet / tahan lama. Baca juga : 20 Manfaat Makanan Hasil Fermentasi. Proses fermentasi asam asetat ini membutuhkan gula mentah berkualitas, gula ini akan dimakan dan dipecah oleh berbagai mikroorganisme baik. Gula dapat diganti dengan madu Manuka atau madu mentah lainnya, namun proses fermentasi dengan madu mentah akan memakan waktu lebih lama dengan hasil cuka apel yang di bawah standar.

Sekilas mengenai Fermentasi. Fermentasi adalah proses yang terjadi dalam lingkungan anaerobik (tidak membutuhkan oksigen)  dengan bantuan mikroorganisme baik (jamur, ragi dan bakteri baik. Selama proses fermentasi, berbagai  mikroorganisme ini mengkonsumsi  dan memecah gula dan sari pati dalam makanan menjadi alkohol dan asam yaitu asam laktat  (pada fermentasi asam laktat), dan asam asetat / cuka (pada fermentasi asam asetat. Di akhir fermentasi yang tertingal adalah makanan dengan gizi berlipat dan awet / tahan lama. Pada dasarnya fermentasi dapat dilakukan tidak hanya pada sayur dan buah – buahan, tapi juga pada semua kelompok makanan (biji – bijian, daging, ikan, susu bahkan telur).

Pada dasarnya ada  3 jenis fermentasi : Fermentasi asam laktat, fermentasi etil alkohol dan fermentasi asam asetat. Fermentasi asam asetat terjadi ketika alkohol menyentuh udara sehingga diubah menjadi asam asetat (cuka). Karena itu minuman anggur (wine) dalam botol yang terbuka (berinteraksi dengan udara)  lama – lama memiliki rasa kecut seperti cuka. Sementara Sauerkraut, kimchi, acar  (tsukemono, acar lemon, asinan),  Beet Kvass merupakan hasil fermentasi asam laktat.

Memilih Apel untuk Difermentasi menjadi Cuka Apel

Jika memungkinkan, gunakan apel organik untuk membuat cuka apel, seluruh bagian apel kecuali biji apel dapat digunakan (daging, kulit dan batang apel) Jika terpaksa harus menggunakan apel non organik, buang kulitnya, karena kulit apel non organik banyak mengandung pestisida yang meracuni tubuh. Setiap kali kamu membuat pie apel atau saus apel, atau makan apel segar, simpan batang apel dalam wadah kedap udara di freezer. Jika jumlah batang apel ini sudah cukup, maka kita dapat membuat cuka apel.

Berbagai jenis apel dapat digunakan, tapi sebaiknya 50% apel yang digunakan adalah apel yang manis seperti : Fuji, Gala, atau Golden Delicious.

Pentingnya Kebersihan dalam Proses Fermentasi

Penting untuk memastikan bahwa seluruh peralatan yang digunakan dalam proses fermentasi adalah steril. Hal ini untuk menghindari bakteri jahat yang dapat merusak proses fermentasi karena menumbuhkan jamur dan menghambat perkembangbiakan bakteri baik. Gunakan air panas bersabun untuk mencuci berbagai wadah dan alat masak yang digunakan dalam proses fermentasi. Cuci peralatan tersebut dalam air dingin mengalir dan keringkan dengan kertas tissue , atau angin – anginkan sampai kering. Jangan lupa untuk mencuci bersih tangan dan kaku sebelum memulai proses fermentasi.

Cuka apel buatan sendiri terlihat keruh dan memiliki remah – remah yang berbentuk menyerupai benang, yang disebut ‘The Mother’. ‘The Mother” ini terdiri dari berbagai protein , bakteri baik dan enzim yang semuanya bermanfaat untuk kesehatan kita. Setelah 1 minggu fermentasi, akan muncul‘The Mother’  dalam larutan dan buih / busa putih di permukaan, ini adalah normal. Buih putih biasanya hanya muncul di permukaan larutan, tidak akan menggangu proses fermentasi dan mudah untuk disendok dan dibuang. Yang harus dihindari adalah pertumbuhan jamur. Setiap jamur yang timbul dalam proses fermentasi (jamur hijau, putih, hitam atau abu-abu) harus segera dibuang. Berbagai jamur ini dapat dihindari dengan cara mensterilkan berbagai peralatan yang akan digunakan dalam proses fermentasi dan memastikan bahwa seluruh apel terendam dalam air.

Perlengkapan :

Toples (kaca)

Pemberat

 

Bahan :

3 buah apel ukuran sedang (2 Apel Fuji organik, 1 apel Malang)

Gula aren

3-4 cangkir air minum (Lebih baik gunakan air suling)

Penyaring kopi atau penyaring keju

Karet gelang

 

Bahan opsional : Cuka apel yang sudah jadi (cuka apel organik kemasan atau sisa cuka apel sendiri) : untuk mempercepat proses fermentasi

 Persiapan

  1. Pentingnya kebersihan. Satu – satunya hal yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan proses fermentasi adalah : kebersihan apel, wadah , berbagai peralatan fermentasi dan tangan . Kita tidak ingin bakteri jahat apapun terlibat dalam proses fermentasi, karena akan menumbuhkan jamur. Cuci semua wadah dan peralatan fermentasi dalam air panas atau hangat dengan sabun, lalu anginkan sampai kering.
  2. Cuci apel (baik organik maupun non organik) dalam air dingin, dan keringkan dengan kain untuk memastikan tidak ada kotoran tertinggal di kulit apel. Buang semua bagian yang digigit ulat, atau yang lembam dan bonyok. Cuka apel dapat digunakan dari kulit apel, batang apel dan daging apel. Jika menggunakan apel utuh, potong dadu apel 1cm x 1cm.

Instruksi :

  1. Penuhi toples dengan potongan apel.
  2. Larutkan 2 potong gula aren dalam 4 cangkir air minum. Jika perlu, tambahkan air, sampai seluruh apel terendam dalam larutan.
  3. Tuang larutan gula ke dalam toples sampai menutupi seluruh apel. Gunakan pemberat untuk memastikan setiap apel tetap terendam dalam larutan gula.
  4. Tutup toples dengan kain penyaring keju atau penyaring kopi untuk menghindari lalat buah hinggap dan bertelur. Simpan toples dalam suhu ruang, hindari dari sinar matahari langsung.
  5. Biarkan larutan terfermentasi selama 3-4 minggu. Proses fermentasi dalam ruangan bersuhu dingin membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dalam ruangan bersuhu hangat.
  6. Lihat / cek larutan setiap beberapa hari untuk memastikan setiap apel tetap terendam, dan pastikan larutan bersih dari jamur.
  7. Setelah 2 minggu, cicipi keasaman cuka apel. Jika sudah mencapai tingkat keasaman yang diinginkan, pisahkan cuka apel dari potongan apel dengan menggunakan penyaring dari stainless steel.  Buang potongan apel (biasanya sudah layu dan tidak ada sarinya), dan kembali tuangkan cuka apel ke dalam toples semula untuk difermentasi lagi selama 2 minggu.
  8. Cicipi keasaman cuka apel setiap 3 hari dan hentikan proses fermentasi jika sudah mencapai tingkat keasaman yang diinginkan dengan menyimpannya dalam kulkas. Jika disimpan dalam suhu ruang, cuka apel akan terus terfermentasi sehigga semakin alam menjadi semakin asam.

 

Tips

  • Gunakan toples bermulut lebar untuk membuat cuka apel. Asam dapat mengakibatkan korosi pada wadah logam. Pastikan setiap wadah dan peralatan bersih dan sterial sebelum digunakan. Toples dapat ditempatkan dalam panci besar berisi air mendidih selama 10 menit.
  • Pastikan bahwa setiap potongan apel selalu terendam dalam larutan untuk menghindai tumbuhnya jamur. Cara termudah untuk memastikan hal ini adalah dengan menaruh sebuah toples kaca bersih dan steril tepat di atas potongan apel, dan tekan toples kaca sampai terendam dalam larutan.
  • Gunakan penyaring keju atau penyarin kopi untuk memastikan gas karbondioksida yang terbentuk selama proses fermentasi dapat keluar dari toples (untuk menghindari ledakan).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *