Latihan Mental

Cara Melatih Welas Asih (Latihan 3)

Perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan.” Peraturan emas ini dapat menjadi inspirasi kita untuk melatih dan mempraktekkan welas asih dalam hidup kita. Mengapa kita perlu melatih welas asih dan kasih sayang ? Mengutip perkataan Dalai Lama : “Siapa saja yang ingin bahagia, latihlah welas asih dan kasih sayang.” Sebelumnya kita telah membahas cara melatih welas asih Latihan 1 dan Latihan 2, berikut ini latihan 3 yang terdiri dari  7 strategi untuk memperkuat otot welas asih.

WA-Cara_melatih_welas_asih-if-you-want-to-be-happy-practice-compassion-300x225 Cara Melatih Welas Asih (Latihan 3)
“If you want to be happy practice compassion”Dalai Lama

Latihan# 1: Mulailah dengan diri sendiri.  “Sayangi dirimu, dan jadilah teman terbaik untuk dirimu sendiri. “ Seperti yang dikatakan Gandhi “Berubahlah / Lakukan perubahan sesuai dunia impianmu. Bagaimana kita dapat mengasihi orang lain, memperlakukannya dengan welas asih, jika kita tidak menyayangi diri kita sendiri ? Kuncinya di sini adalah kesadaran. Saat terjebak dalam pikiran negatif misalnya “Saya gendut, saya bodoh, rambut saya kusam”, pikirkanlah jika itu yang dialami teman baik kita, apa yang akan kita katakana untuk membuatnya menjadi lebih baik ?

Latihan# 2 : Mendengarkan tanpa berkomentar apapun. Walaupun kita yakin apa yang terbaik untuk orang tersebut dan ingin mengatakannya, jangan berkomentar apapun kecuali kalau mereka dalam bahaya. Memberikan telinga kita untuk mendengarkan orang lain tanpa memberikan pendapat apapun adalah kebajikan yang paling sederhana  dan mudah diterima siapapun. Ingatkan diri sendiri : mendengarkan dengan empati sangat efektif bagi orang dewasa (dengan cara berpikir keknak-kanakan), untuk belajar dari kesalahannya sendiri, sama seperti kita.

Latihan# 3 : Dialog dengan kepala dingin. Walaupun diam adalah emas, kadang perlu untuk mengutarakan pendapat kita, terutama saat konflik mulai memanas. Triknya adalah dengan berhenti sejenak sebelum bereaksi saat konflik / diskusi memanas. Berhenti sejenak memberikan kesempatan untuk merefleksikan emosi sebenarnya di balik kemarahan atau stress. Apakah kita bereaksi  karena takut, sakit hati, perasaan tidak aman, atau semata-mata karena tidak setuju? Di sinilah pentingnya mengenali diri sendiri. Saat kita mengenali /sadar akan titik – titik panas emosi kita, kita jarang lepas kontrol. Sehingga kita dapat mengutarakan pendapat kita tanpa menyalahkan atau menyudutkan orang lain.

WA-Cara_melatih_welas_asih-if-you-want-to-be-happy-practice-compassion-300x225 Cara Melatih Welas Asih (Latihan 3)
Maryam Hosseinzadeh mengampuni Bilal yang telah membunuh anak lelakinya dan menyelamatkan Bilal dari hukuman gantung

Latihan# 4 : Sekecil apapun sebuah pengampunan, besar manfaatnya. Baca juga terapi pengampunan dan Psikologi Pengampunan Menurut Model Proses Enright . Setiap orang buruk dengan caranya masing-masing.” Kita semua memiliki kekurangan, lemah dan berusaha melakukan berbagai hal yang terbaik walau dengan tidak sempurna.Dengan kata lain, kita semua adalah manusia sepenuhnya. Saat kita menerima kekurangan kita, dan mengampuni diri kita, ,kita dapat menerima dan mengampuni orang lain. Saat sumber dari berbagai penderitaan kita dan dunia (perbedaan pikiran dan sudut pandang) mulai mencair, maka empati dan welas asih akan berakar dan tumbuh. Baca kisah pengampunan Bilal di Iranian killer’s execution halted at last minute by victim’s parents.

WA-Cara_melatih_welas_asih-if-you-want-to-be-happy-practice-compassion-300x225 Cara Melatih Welas Asih (Latihan 3)
Pay it forward salah satu film yang mengajak kita berinisiatif untuk berbuat kebajikan dan welas asih

Latihan# 5 : Latih dan praktekkan kemurahan hati.  Misalnya dengan menjadi sukarelawan pada suatu hal yang kita percaya, melakukan tindakan kebajikan pada orang yang tidak kita kenal, peduli pada mereka yang membutuhkan. Mary Pipher seorang psikolog berkata bahwa “Kita cenderung mencintai apa yang kita rawat.” Kadang, kita hanya perlu melalui berbagai tantangan dan gelombang emosi, dan percayalah bahwa hati kita akan menuju kepada yang benar.

 

 

 

 

 

 

 

Latihan# 6 : Cobalah meditasi  kasih sayang dan kebajikan. Meditasi ini diadopsi dari tradisi penganut agama Budha untuk menebar benih welas asih. Mulailah dengan duduk diam dan tenang, lalu katakana ini dalam hati : “Semoga saya bahagia, semoga saya sehat selalu, semoga saya senantiasa terhindar dari mara bahaya, semoga saya menjalani hidup dengan ringan.  Ulangi beberapa kali, lalu ganti kata saya dengan kamu, dan pikirkan seseorang dalam hidup kita yang sedang mengalami kesulitan, kolega yang melecehkan , menyulitkan, menjatuhkan atau mentertawai kita, atasan yang menghina kita, ibu yang mencintai kita, teman yang telah menolong kita, atau siapa saja yang kita temui dalam hiduP pribadi dan pekerjaan kita, baik relasi dekat maupun relasi jauh.

Latihan# 7 : Jadilah teladan bagi orang lain. (baik yang lebih muda maupun yang lebih tua). Seperti dikatakan oleh George Washington Carver, seorang ilmuwan dan humanitarian besar dari Amerika Serikat, “Bagaimana kita menjalani dan menikmati kehidupan tergantung apakah kita bisa bersikap lembut dengan kaum muda, welas asih dengan kaum lansia, simpatik dengan mereka yang menderita, dan toleran dengan mereka yang lemah maupun yang kuat. Karena, semua itu akan kita alami dalam hidup.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *