Latihan Mental

Cara Melatih Welas Asih (Latihan 1)

Sebagaimana berbagai otot dalam tubuh fisik manusia, otot dalam tubuh spiritual dan emosional (seperti otot welas asih) manusia pun dapat dilatih.

WA-George-Washington-Carver-yang-percaya-akan-pentingnya-welas-asih-untuk-mencapai-kebahagiaan-hidup-0 Cara Melatih Welas Asih (Latihan 1)
George Washington Carver yang percaya akan pentingnya welas asih untuk mencapai kebahagiaan hidup

Seperti dikatakan oleh George Washington Carver, seorang ahli botani dan humanitarian besar dari Amerika Serikat, “Bagaimana kita menjalani dan menikmati kehidupan tergantung apakah kita bisa bersikap lembut dengan kaum muda, welas asih dengan kaum lansia, simpatik dengan mereka yang menderita, dan toleran dengan mereka yang lemah maupun yang kuat. Karena, semua itu akan kita alami dalam hidup.

 

 

 

 

Ada berbagai cara melatih welas asih , berikut ini latihan 1 untuk melatih welas asih,  terdiri dari 7 langkah :

  1. Ritual pagi. Setiap pagi coba mulai dengan ritual ini seperti yang disarankan oleh Dalai Lama “Hari ini saya beruntung telah bangun tidur. Saya hidup dan hidup saya berharga. Saya akan menggunakan seluruh energi yang saya miliki untuk mengembangkan diri, menyentuh hati orang lain dan mendapatkan terang kehidupan yang bermanfaat bagi orang lain. Saya akan memupuk pikiran baik kepada orang lain. Saya tidak akan marah atau berpikir buruk mengenai orang lain, saya akan membantu orang lain dengan sebaik-baiknya.”  Jika ritual pagi ini telah dilakukan, coba praktekkan salah satu dari latihan kedua – keenam ini :
  2. Melatih empati. Langkah awal untuk melatih welas asih adalah dengan mengembangkan empati kepada orang lain. Pada dasarnya ini telah kita lakukan sampai pada tingkat tertentu, namun sering kali kita masih berfokus pada diri sendiri sehingga empati kian memudar. Lakukan praktek ini : bayangkan orang yang kita contain menderita. Sesuatu yang buruk telah menimpa mereka. Sekarang bayangkan rasa sakit yang harus mereka lalui, bayangkan rasa sakitnya sedetil mungkin. Setelah melakukan latihan ini selama beberapa minggu, kita seharusnya dapat membayangkan penderitaan dari orang lain (tidak hanya penderitaan orang terdekat kita).
  3. Kenali kesamaan diri kita dengan orang lain. Pada dasarnya, kita semua manusia, kita membutuhkan makanan, tempat tinggal, dan kasih sayang. Kita rindu perhatian, pengakuan, kasih sayang dan kebahagiaan. Renungkan keamaan kita dengan setiap orang yang kita temui dan  abaikan perbedaannya. Salah satu latihan adalah sebuah latihan yang terdiri dari 5 langkah berikut :
  • Langkah 1 : “Sama seperti saya, orang ini pun mencari kebahagiaan dalam hidupnya.”
  • Langkah 2 : “Sama seperti saya, orang ini pun menghindari penderitaan dalam hidupnya.”
  • Langkah 1 : “Sama seperti saya, orang ini pun memiliki kesedihan ,kesepian dan keputus asaan.”
  • Langkah 1 : “Sama seperti saya, orang ini pun ingin memenuhi kebutuhaya.”
  • Langkah 1 : “Sama seperti saya, orang ini pun ingin belajar mengenai kehidupan.”

 

  1. Melatih melepaskan penderitaan. Setelah dapat berempati dengan orang lain, dan setelah memahami sisi kemanusiaan dan penderitaannya, langkah berikutnya adalah membangun keinginan untuk melepaskan penderitaan dari orang tersebut. Inilah inti dari welas asih, dan sebetulnya juga merupakan definisi dari welas asih. Lakukan latihan ini :

Bayangkan penderitaan dari orang yang baru saja kita temui. Refleksikan bagaimana untuk mengakhiri penderitaan orang tersebut. Refleksikan betapa dalamnya keinginan kita untuk membebaskan penderitaan dari orang tersebut. Refleksikan betapa bahagianya kita jika orang lain pun menginginkan penderitaan kita berakhir, dan jika orang lain membantu meringankan / mengakhiri penderitaan kita. Refleksikan perasaan tersebut, itu adalah perasaan yang ingin kita kembangkan. Dengan latihan terus menerus, perasaan itu dapat tumbuh dan berkembang.

  1. Melatih tindakan yang baik budi. Bayangkan lagi penderitaan seseorang ang baru saja kita temui. Bayangkan kita adalah orang tersebut, dan kita melalui penderitaannya. Lalu bayangkan ada orang lain yang ingin mengakhiri penderitaan kita, mungkin ibu atau orang lain yang mencintai kita. Bantuan seperti apa yang ibu atau orang lain dapat lakukan untuk membantu  meringankan dan mengakhiri penderitaan kita ?Sekarang balikkan perannya : bayangkan kita adalah orang lain yang ingin mengakhiri penderitaan seeorang. Bayangkan apa yang dapat kita lakukan untuk mengurangi atau  bahkan mengakhiri penderitaannya. Jika sudah sampai pada tingkat ini, setiap hari berlatihlah memberikan bantuan kecil untuk membantu mengakhiri penderitaan orang lain, sekecil  apapun bantuan itu. Bahkan kadang, sebuah senyuman, perkataan yang baik budi dan ramah, atau membantu mengerjakan tugas orang lain, atau kadang mendiskusikan masalah tersebut sudah dapat meringankan penderitaan orang lain. Mulailah berlatih melakukan  kebajikan untuk membantu meringankan penderitaan orang lain.
  2. Melatih welas asih dengan orang yang telah memperlakukan kita engan semena – mena. Langkah terakhir dari praktek welas asih ini adalah tidak hanya menginginkan meringankan penderitaan orng yang kita cintai, atau kita kenal, melainkan juga orang yang telah memperlakukan kita dengan semena – mena. Saat kita bertemu dengan orang tersebut, daripada marah, hindarilah orang itu dan tenangkan diri. Setelah tenang, refleksikan bagaimana orang tersebut telah memperlakukan kita dengan semena – mena. Cobalah membayangkan latar belakang orang itu, bagaimana ia dididik dan dibesarkan. Bayangkan hari – hari yang dilalui orang tersebut, dan hal buruk apa saja yang dapat ia alami. Bayangkan mood dan penderitaan emosinya yang membuatnya memperlakukan kita demikian. Dan pahamilah bahwa tindakannya bukan mengenai diri kia, tapi karena berbagai kesulitan dan penderitaan yang dialaminya saat itu. Sekarang pikirkan lebih dalam mengenai penderitaan orang tersebut, dan bagaimana kita dapat mengakhiri penderitaannya. Lalu refleksikan jika kamu memperlakukan orang lain dengan semena – mena, dan mereka membalasnya dengan kebajikan dan welas asih, apakah kamu tetap akan memperlakukan orang itu degan semena – mena lain kali ? Saat kita telah menguasai latihan refleksi ini, coba bertindak dengan welas asih dan penuh pengertian saat bertemu lagi dengan orang tersebut.
  3. Ritual malam. Sebaiknya ambil waktu beberapa menit sebelum tidur untuk merefleksikan hari itu. Pikirkan mengenai semua orang yang telah kita temui dan bagaimana kalian saling memperlakukan satu sama lain. Pikirkan mengenai tujuan yang kita tetapkan di pagi harinya : untuk bertindak dengan welas asih kepada semua orang. Seberapa jauh rencana ini berjalan ?Seberapa baik kita memperlakukan orang lain ?Apa yang masih dapat diperbaiki ?Apa yang kita pelajari dari pengalaman hari ini?Dan jika masih belum mengantuk, latihlah juga salah satu dari berbagai latihan empati di atas.

Latihan welas asih ini dapat dilakukan di mana saja, kapan saja. Saat kerja, di rumah, di jalan, saat bepergian, saat belanja di toko, atau saat berada di rumah bersama keluarga atau teman. Dengan mengawali dan mengakhiri setiap hari dengan ritual pagi dan malam, kita dapat menata hari ini dengan lebih baik, dengan sikap yang ingin terus menerapkan welas asih dan kebajikan dan lambat laun welas asih akan berkembang dalam diri kita. Seiring waktu, kita dapat menerapkan latihan ini setiap saat (tidak saat memulai dan mengakhiri suatu hari).

WA-George-Washington-Carver-yang-percaya-akan-pentingnya-welas-asih-untuk-mencapai-kebahagiaan-hidup-0 Cara Melatih Welas Asih (Latihan 1)
My true religion is kindness. If you practice kindness as you live, no matter if you believe in God or Buddha or some other religions, you have to be a kind person.-Dalai Lama

Welas asih akan membuat kita dan orang di sekeliling kita menjadi bahagia. Mengutip perkataan Dalai Lama : “My message is the practice of compassion, love and kindness. These things are very useful in our daily life, and also for the whole of human society these practices can be very important.” Dalai Lama.

Selanjutnya : Cara Melatih Welas Asih (Latihan 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *