Psikoterapi

6 Pilar Penopang Self-Esteem (Pilar 6)

Pilar terakhir dari 6 pilar pembentuk dan penopang self-esteem adalah integritas diri. “Integritas adalah sebuah kesatuan dari konsep ideal, pendirian,  standar yang dianut, kepercayaan, dan perilaku. Saat perilaku kita sejalan dengan nilai – nilai yang kita anut, saat  apa yang kita lakukan sesuai dengan konsep ideal yang kita pegang, kita memiliki integritas. Amati bahwa sebelum isu integritas dapat diangkat, kita perlu memahami prinsip perilaku, pendirian moral mengenai apa yang sesuai dan tidak sesuai , penilaian mengenai tindakan yang benar dan yang salah. Jika kita belum memegang standar – standar tertentu, mungkin kita munafik ?.

Dalam kasus demikian, masalah – masalah kita terlalu serius untuk dideskripsikan sebagai kekurangan integritas. Tanpa integritas diri, kelima pilar lainnya tercerai berai. Apakah konsep ideal, pendirian, standar, kepercayaan dan tingkah laku semua sejalur ? Atau mungkin malah kamu sudah memahami bahwa konsep ideal, pendirian, standar, kepercayaan adalah dasar untuk menilai posisimu sekarang ?

Beberapa figur pemimpin yang memiliki integritas pribadi yang sangat tinggi di antaranya : Mahatma Gandhi, Abraham Lincoln, Presiden Jokowi dan Ahok Basuki Tjahaja Purnama

Ahok-Basuki-Tjahaja-Purnama-adalah-figur-dengan-integritas-diri-yang-sangat-kuat 6 Pilar Penopang Self-Esteem (Pilar 6)
Ahok-Basuki Tjahaja Purnama adalah figur dengan integritas diri yang sangat kuat

Kebanggaan : Sifat buruk atau baik ?

Kebanggaan adalah suatu hadiah emosional karena sebuah prestasi. Kebanggaan bukanlah sesuatu sifat buruk untuk diatasi, melainkan sebuah nilai untuk diraih. Mengapa kita dikondisikan untuk percaya bahwa kebanggaan adalah sebuah sifat buruk? Menurut Nathaniel Branden “Self-esteem merenungkan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan sesuatu dan berkata ,”Saya bisa.” Kebanggaan memikirkan apa yang telah dicapai dan berkata ,”Saya telah melakukannya.”

Pikirkanlah 5 hal yang paling kamu banggakan :

1.

2.

3.

4.

5.

Dalam hal mengikuti kebahagiannmu

Joseph Campbell berkata “Follow your bliss”. Pandangan Joseph Campbell ini bisa berbahaya jika tidak dikaitkan dengan konteks rasional. Sebaiknya pandangan ini dimodifikasi menjadi : “Hidup dengan penuh kesadaran, mengambil tanggung jawab penuh untuk semua pilihan dan tindakanmu, menghormati hak – hak orang lain, dan mengikuti panggilanmu.” Sebagaimana petuah bijak kuno dari Spanyol mengatakan”Ambil semua yang kamu inginkan,” kata Tuhan, “dan bayarlah untuk itu.”

Kesempurnaan bukanlah sebuah standar yang kita cari di sini. Sebenarnya , kesempurnaan adalah standar terendah yang dapat kita targetkan. Mengapa ?Karena itu sesuatu yang tidak mungkin dicapai. Ingatlah untuk menghargai kekuatan dari perbaikan – perbaikan kecil. Sebagaimana Budha katakana dalam Dhammapada : “Sedikit demi sedikit manusia menjadi jahat, sama seperti sebuah kolam yang diisi oleh tetesan – tetesan air. Dan Vernon Howard mengingatkan kita “Janganlah hilang sabar atas kemajuan yang kelihatannya lambat. Jangan berlari lebih cepat dari yang kamu  bisa lakukan saat ini. Jika kamu mempelajari, merefleksikan diri dan berusaha, kamu membuat kemajuan,  entah disadari atau tidak. Seorang pengelana yang berjalan menyusuri jalan di tengah kegelapan malam, masih menuju ke depan.  Suatu hari, entah bagaimana caranya, semuanya akan terbuka, seperti kelopak mawar yang merekah dengan alami. Nietzche berkata : “Ia yang ingin belajar terbang suatu hari, harus terlebih dahulu belajar untuk berdiri, berjalan, berlari, mendaki dan berlari. Tidak ada seorang pun yang bisa terbang untuk belajar terbang.”

Mari menghargai kemajuan – kemajuan kecil yang kita buat saat kita mengembangkan self-esteem, dan menjalani kehidupan yang penuh kesadaran.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *