Psikoterapi

6 Pilar Penopang Self-Esteem (Pilar 5)

 

 Dalam pilar ke-empat (self-assertiveness) , Nathaniel Branden  menegaskan bahwa setiap manusia harus berusaha untuk diperlakukan dengan adil, dan tegak berdiri menuntut hak tanpa melanggar hak  orang lain. Ini artinya mengekspresikan keinginan, kebutuhan, pendapat dan perasaan dengan cara yang taktis, fair dan efektif.

Pilar ke-5 dari 6 Pilar Penopang Self-Esteem adalah Living Purposefully.

Menjalani Kehidupan dengan Penuh Tujuan

“Hidup dengan penuh tujuan adalah menggunakan segala daya upaya untuk mencapati tujuan – tujuan yang telah kita tetapkan : tujuan dalam studi, membesarkan keluarga, mencari uang, memulai suatu usaha, memperkenalkan produk baru ke pasar, memecahkan suatu masalah ilmiah, atau membina suatu hubungan romantis. Saat kita hidup dengan penuh tujuan, tujuanlah yang memimpin kita ke depan, yang memberikan energi pada keberadaan kita.”

Saat Buddha memutuskan mencari pencerahan, bukankah ia digerakkan oleh suatu tujuan yang menggebu – gebu ?Jadi, apa tujuan hidupmu ? Apa yang menginspirasimu ?Ini bukan mengenai apa yang “seharusnya” kamu lakukan atau apa yang akan mengesankan orang lain. Melainkan mengenai visi yang sejalan dengan nilai – nilai hidupmu.”

Apakah kamu sudah hidup sesuai dengan nilai – nilai hidup dan tujuanmu ?

Apa yang harus saya lakukan?

“Kebanyakan orang jarang sekali menanyakan, ‘Jika tujuan saya adalah berhasil membina relasi interpersonal yang baik, apa yang harus saya lakukan? Tindakan apa yang dibutuhkan untuk menciptakan dan membina kepercayaan, kedekatan , eksplorasi diri, pertumbuhan dan kegembiraan ? Saat sepasang pengantin baru merasa sangat bahagia, apakah berguna untuk bertanya : ‘Apa  yang kamu lakukan untuk mempertahankan perasaan  bahagia ini ?’”

Pertanyaan pertama: Apa yang kamu inginkan?

Pertanyaan kedua: Apa yang harus kamu lakukan?

Baik untuk membina hubungan yang dalam, membina usaha atau membentuk tubuh, apa targetmu dan apa yang harus kamu lakukan?

Sebagaimana diingatkan oleh Nathaniel Branden “Semua tujuan yang tidak dikaitkan dengan serangkaian tindakan tidak akan terealisasi.   Dasar dari serangkaian tindakan itu  adalah disiplin diri dan kompetensi diri.

 

Disiplin Diri dan Kompetensi Diri 

“Tidak ada seorangpun yang mampu mengatasi tantangan kehidupan tanpa memiliki disiplin diri. Disiplin diri membutuhkan kemampuan untuk bersabar menunda kesenangan sesaat, demi meraih cita – cita ke depan. Ini adalah kemampuan untuk memproyeksikan konsekuensi ke dalam masa depan, untuk berpikir, merencanakan, dan hidup jangka panjang.

 

“Ia yang tidak berkuasa atas dirinya sendiri seharusnya mematuhi orang lain. Dan banyak yang dapat memerintahkan dirinya sendiri, namun tetap belum cukup sampai  mereka dapat mematuhi dirinya sendiri.”

Lao-tze berkata “Ia yang dapat mengontrol orang lain mungkin adalah orang yang kuat, namun ia yang telah menguasai dirinya sendiri tetap lebih kuat.”

Dan juga :”Jangan pernah berpikir bahwa kamu dapat mencapai kesadaran dan pencerahan sepenuhnya tanpa disiplin diri yang kuat. Itu adalah egomania. Ritual yang tepat menyalurkan emosi dan energi kehidupan kepada terang. Tanpa displin untuk memprakterkkannya, kamu akan jatuh terus ke belakang, ke dalam kegelapan.

 

Jadi, bagaimana disiplin dirimu ?

 

Lanjut : Pilar ke-6 dari 6 Pilar Penopang Self-Esteem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *