Psikoterapi

6 Pilar Penopang Self-Esteem (Pilar 2)

Dalam pilar ke-dua ini, Nathaniel Branden mengungkapkan pentingnya untuk menerima diri sendiri (membangun self-acceptance), yang dapat diringkas sebagai “penolakan menjalin hubungan yang  bermasalah dengan diri sendiri.” Sehubungan dengan menerima kelebihan / sisi baik kita, Nathaniel Branden mengatakanbegini “Sebagai seorang psikoterapis, saya melihat hanya self-esteem yang dapat mengajak seseorang untuk menyadari dan menerima bagian – bagian yang disangkalnya. Menyadari dan menerima diri , kesadaran dan integrasi adalah beberapa langkah awal menuju penyembuhan dan pertumbuhan seseorang.”

Kalimat afirmasi seperti “Saya memilih untuk menghargai diri saya sendiri, memperlakukan diri dengan penuh rasa hormat, berdiri sepenuhnya untuk hak saya untuk hadir di dunia.” Penerimaan diri adalah menerima setiap aspek diri seperti tubuh, pemikiran, emosi, tindakan dan cita – cita kita.

“Kita dapat lari tidak hanya dari sisi gelap kita, namun juga dari sisi terang kita – dari apapun yang membuat kita menonjol atau terisolasi, atau lari dari panggilan dari pahlawan yang tersadar dalam dirimu, atau lari dari ajakan untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi dan mencapai integritas diri yang lebih tinggi. Kejahatan terbesar yang kita lakukan kepada diri sendiri bukanlah menyangkal kekurangan diri, melainkan menyangkal kelebihan – kelebihan kita,  karena terlalu menakutkan.  Penerimaan diri sepenuhnya tidak menghindari yang terburuk dalam diri kita, dan tidak menghindari yang terbaik dalam diri.

Akuilah dan terimalah setiap kesalahan yang kamu lakukan, tindakan and kepasifan yang kamu sesali. Penerimaan diri memerlukan welas asih, menjadi teman terbaik untuk diri sendiri. “Apapun ketidak sempurnaan saya, saya menerima diri sepenuhnya dan apa adanya.” “Menerima” tidak berarti “menyukai”, Menerima adalah mengalami sesuatu tanpa menyangkal atau menghindari sesuatu.  Apa yang kita tolak, akan menjadi semakin kuat. Saat kita mengakui, mengalami dan menerima sesuatu,Sesuatu itu akan mencair.

Contoh : dalam kasus gangguan makan seperti Overeating, Binge Eating Disorder. Penderita akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari makanan olahan (“comfort food”) yang terbuat dari berbagai tepung (terutama terigu), gula pasir , dan berbagai karbohidrat sederhana. Hanya ada sayuran dan buah segar dalam menu sehari – hari. Tidak ada kue, biskuit, keripik atau apapun makanan olahan dari bahan serba putih. Diet ini adalah diet yang sangat ideal, namun dengan meniadakan “comfort foods”, maka tercipta “craving” yang semakin ditahan menjadi semakin kuat. Saat “craving” tidak tertahankan, maka penderita akan cenderung lepas kontrol dan mengkonsumsi “comfort food” tanpa batas.

2 Kesalahpahaman mengenai penerimaan diri:

  • Paham bahwa jika kita menerima diri apa adanya, maka kita akan menyetujui apapun mengenai diri kita.
  • Paham bahwa saat menerima diri, kita mengabaikan perubahan.

Kenalilah dirimu, bagian – bagian mana dalam dirimu yang masih belum kamu terima. Banyak anak yang menangkap pesan bahwa mereka egois, mereka tidak menarik , tidak cukup cantik, tidak cukup cerdas, tidak cukup baik, dan lain sebagainya.  Suatu bentuk yang sekarang diidentifikasi sebagai suatu pelecehan emosi tingkat awal.  Sebagai konsekuensinya, kita cenderung menjadi terlalu kritis terhadap diri.

Pribadi yang berhasil adalah pribadi yang menyambut tantangan kehidupan dan menerima kegagalan dan ketidakbahagiaan sebagai bagian dari kehidupan.Mereka terbuka terhadap orang lain, dan memiliki perasaan positif terhadap dirinya sendiri.  Sebaliknya, seorang yang tidak berhasil cenderung menghindari tantangan dan menolak untuk menerima / mengalami rasa sakit dan tidak bahagia dalam hidup. Mereka sering kali bersikap defensif karena perasaan negatif mengenai diri mereka dan  tidak dapat menghindar dari pemikiran negatif ini.  Pemikiran negatif mewarnai dan merusak dunia mereka. Studi menunjukkan bahwa semakin tinggi kita menerima diri sendiri, semakin sedikit fokus kita pada hal – hal negatif dan semakin besar kemungkinan kita akan mencintai diri sendiri.

Berikut ini 8 cara untuk mulai menerima dirimu sendiri (membangun self-acceptance) :

  1. Perlakukan dirimu dengan baik. Tidak ada yang menghakimimu selain kamu. Sabarlah dengan dirimu sendiri, dan terimalah semua kekuranganmu.
  2. Hadapi semua ketakutanmu. Kita semua pernah mengalami sejarah kelam dan kesengsaraan, sebuah koper yang penuh dengan sejarah buruk. Kita adalah manusia, dan kita cenderung mengalami luka. Namun yang memenjarakan kita adalah ketakutan akan sesuatu yang tidak pasti atau asing, sehingga kita tetap diam dalam kubangan sesuatu yang kita tahu pasti. Karena itu penting untuk mulai mengambil langkah kecil untuk memula perubahan. Mulailah dengan mmbuat daftar  mengenai ketakutanmu. Lalu hadapi ketakutanmu yang terkecil, dan kamu akan melihat bahwa ternyata  itu tidak terlalu menakutkan. Lalu hadapi ketakutanmu yang lain.
  3. Tetaplah berpikir, bersikap dan bertindak positif.  Hindari ruminasi (mengulang – ulang mengingat kejadian buruk)Kelilingi dirimu dengan hal – hal yang baik. Tulislah surat berisi hal – hal baik untuk dirimu sendiri. Saat pemikiran negatif datang menyergap, berpalinglah pada hal – hal baik yang kamu tulis. Katakan pada suara – suara yang mengerdilkanmu untuk diam, dan kamu menolak pergi ke tempat gelap itu.
  4. Terimalah ketidaksempurnaanmu Lepaskan konsep idealmu . Hidup ini sempurna dalam ketidaksempurnaannya. Jangan biarkan obsesi mengenai kesempurnaan memperlambatmu mencapai tujuan.
  5. Jangan ambil hati. Jika seseorang menyinggung hatimu, tanyakan kepada dirimu sendiri, mengapa kamu tersinggung. Dengan sadar, berhentilah  berasumsi bahwa kamu tahu apa yang orang maksudkan. Hindari bersikap defensif . Kemungkinan besar orang tidak bermaksud untuk melukai hatimu, mereka hanya tidak tahu bagaimana mengkomunikasikan sesuatu. Jika ada tanggapan yang  tidak kamu mengerti, kamu hanya perlu bertanya. Jangan biarkan luka batinmu menumpuk, lakukan detoks emosi setiap hari. Baca juga : Pertolongan Pertama pada Luka Batin.
  6. Ampunilah sesamamu. Pribadimu tidak dapat tumbuh tanpa pengampunan. Pengampunan adalah sebuah proses, dan selalu perlu waktu. Ampunilah mereka karena mereka tidak bermaksud buruk. Ampunilah mereka karena mereka khilaf. Ampuni dirimu untuk semua kesalahan yang kamu lakukan. Berbagai penelitian ilmiah tentang pengampunan menyatakan menyembuhkan dan menghindari kita dari banyak penyakit fisik dan mental. Jika terlalu berat untuk mengampuni, coba jalankan terapi pengampunan.
  7. Percayalah pada dirimu sendiri. Kamu dapat mencapai hal – hal besar dalam hidupmu. Kamu adalah pribadi yang kuat dan kamu dapat menghadapi setiap tantangan kehidupan. Ingatlah, kamu sudah pernah melewati hal terburuk dalam hidupmu.
  8. Jangan pernah menyerah! Saat kamu jatuh, yang perlu kamu lakukan adalah bangkit dan terus berjalan. Di dalam kegagalan ada banyak pelajaran yang dapat diambil, terutama untuk mengenali diri sendiri.Lanjut : Lanjut : Pilar Ke-3 dari 6 Pilar Penopang Self-Esteem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *