Makanan Alami

20 Manfaat Makanan Hasil Fermentasi

Mengenal Fermentasi

Fermentasi adalah metode kuno untuk mengawetkan makanan. Proses fermentasi mengubah gula (glukosa) menjadi alkohol atau asam laktat dengan bantuan mikrooranisme (bakteri , ragi , atau kombinasi keduanya)  Karena sebagian  besar laktosa dan kasein telah dipecah / dicerna , maka makanan hasil fermentasi dapat dikonsumi oleh mereka yang sensitif atau bahkan alergi terhadap protein yang terkandung di dalam susu.

Seperti halnya proses membuat kecambah, fermentasi meningkatkan kandungan nutrisi dalam makanan, karena menambahkan vitamin dan bakteri – bakteri baik yang penting untuk menjaga kesehatan sistem perncernan dan sistem kekebalan tubuh. Proses fermentasi juga menetralisir zat – zat anti nutrisi yang ada dalam makanan. Kacang kedelai yang mengandung banyak antinutisi  dapat mudah dicerna tubuh setelah difermentasi.

Fermentasi  dalam Beberapa Kebudayaan

Produk fermentasi berbagai makanan makanan telah lama menjadi bagian diet tradisional banyak bangsa . Berikut ini beberapa contoh  makanan tradisional hasil fermentasi  beserta khasiatnya.

Keju mentah , terbuat dari susu yang belum dipasteurisasi. Teristimewa susu kambing, domba dan sapi pemakan rumput yang sangat tinggi akan kandungan probiotik (thermophillus, bifudus, bulgaricus and acidophilus). Probiotik menyembuhkan berbagai masalah pencernaan, gangguan saraf dan  kejiwaan, meningkatkan kekebalan tubuh dan membunuh bakteri jahat.

Kimchi dikembangkan bangsa Korea. Kimchi adalah sayuran hasil fermentasi (sawi dan berbagai sayuran lainnya.  Kimchi memperbaiki kesehatan kardiovaskuler dan sistem pencernaan. Kimchi kaya akan antioksidan sehingga mengurangi resiko kanker, diabetes, kegemukan dan bisul pada lambung. Sayuran hasil fermentasi dikonsumi ara pekerja tembok Cina mengkonsumsi selama proses pembangunan tembok berlangsung.

Lihat video Maangchi ini untuk mempelajari cara membuat kimchi yang enak.

Roti Sourdough adalah pilihan roti yang lebih sehat dibandingkan roti tawar.

Tape ketan

Peuyeum (tape singkong)

Terasi (belacan) adalah bumbu masak yang dibuat dari ikan dan/atau udang rebon yang difermentasikan, berbentuk seperti adonan atau pasta dan berwarna hitam-coklat, kadang ditambah dengan bahan pewarna sehingga menjadi kemerahan.

Berbagai hasil fermentasi daging atau ikan (rakfisk, salami, prosciutto, katsuobushi)

 

natto_10_lengket_seru 20 Manfaat Makanan Hasil Fermentasi
Nato mengandung enzim anti kanker yang disebut nattokinase.

Natto, miso dan tamari dikembangkan bangsa Jepang.

Natto mendukung sistem kekebalan tubuh dan kesehatan kardiovaskuler. Natto memperkuat penyerapan vitamin D2dan  mengandung enzim anti kanker (nattokinase).

 

 

 

 

 

natto_10_lengket_seru 20 Manfaat Makanan Hasil Fermentasi
Miso sangat baik untuk menjaga kecantikan kulit

Miso adalah hasil fermentasi koji dengan kacang kedelai,  jali –jali (barley), atau beras coklat. Miso sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit, meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan resiko kanker, memperbaiki kesehatan tulang dan mendukung kesehatan sistem saraf. Sup miso sangat praktis  dan lezat untuk melengkapi makanan sehari – hari.

 

 

 

Tempe dikembangkan bangsa Indonesia. Tempe kaya akan vitamin B5, B6, B3 dan B2. Tempe berkhasiat mengurangi kolesterol, meningkatkan kepadatan tulang, mengatasi  gejala menopaus, dan mendukung pemulihan otot.

Sauerkraut (fermentsi kol) digunakan bangsa Romawi untuk mencegah dan mengobati infeksi usus Kapten Cook menggunakan Sauerkraut dan perasan jeruk nipis  untuk mencegah scurvy selama 3 tahun melanglang buana di dunia. Scurvy adalah gangguan nutrisi yang disebabkan oleh defisiensi vitamin C yang menyebabkan kegagalan sintesis kolagen dan pembentukan osteoid yang mengakibatkan osteoporosis dan disertai perdarahan subperiostal dan submukosa. Sauerkraut kaya  vitamin A,  vitamin C, vitamin K and vitamin B, zat besi, sodium, mangan, dan magnesium. Sauerkraut bagus untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan, membantu sirkulasi darah, melawan radang, memperkuat tulang dan menurunkan kolesterol.

Gruels adalah bubur encer yang tebuat dari jagung dan sorgum yang diawetkan dengan fermentasi asam laktat. Gruels dikonsumsi di Afrika dan merupakana makana favorit prajurit Romawi.

Jus dari Sauerkraut digunakan bangsa India untuk membuat bumbu makanan.

Surströmming  (Swedia), hongeohoe (Korean) , kusaya(Jepang) adalah fermentasi ikan laut segar.

Fermentasi kecap ikan, dikembangkan oleh bangsa Yunani, Roma dan Inggris , contoh kecap Inggris / kecap Worcestershire / kecap  Worcester.

Acar,  kaya berbagai vitamin dan mineral. Acar sangat membantu mengatas defisiensi vitamin K, defisiensi yang umum ditemui di masyarakat. Acar lemon (preserved /fermented lemon).  Acar lemon adalah salah satu hasil fermentasi yang berasal dari Timur Tengah.  Di Maroko, acar lemon dikenal dengan nama hamad muraqqad, dan di Tunisia sebagai qaris baldi immallah. Qaris dan laymun adalah kosa kata Arab yang berarti lemon. Acar lemon juga umum ditemukan di India Selatan, dengan nama Elumichampazham Urugai. Tsukemono (漬物)adalah acar khas Jepang, yang difermentasi dengan beragam pilihan seperti garam mineral, cuka beras, jus Umeboshi, Karashi, atau miso, Acar khas Korea jangajji (장아찌).

Telur fermentasi / 皮蛋; pídàn / Century Egg  [ Baca juga : Resep Fermentasi Telur Ungu dengan Bit]

Beberapa minuman fermentasi di antaranya :

Yogurt , baik untuk metabolism tubuh, menjaga tekanan darah dan meningkatkan trigliserid.

Kefir , kaya  B12, kalsium, magnesium, vitamin K2, biotin, folate, enzim and probiotik. Meningkatkan kekebalan tubuh, menyembuhkan gangguan pencernaan, membangun kepadatan tulang, melawan alergi, membunuh candida (jamur) dan memperbaiki pencernaan.

Kombucha  dikembangkan bangsa Cina dan Jepang. Kombucha  kaya akan cuka, vitamin B, enzim, probiotik (asam  asetat, asam glukonat dan asam laktat).

Rejuvelac adalah minuman probiotik, hasil fermentasi kecambah. Rejuvelac tidak membutuhkan starter, sangat mudah dan cepat membuatnya. Baca juga : Resep Membuat Rejuvelac.

Cuka Apel

Beet Kvass minuman fermentasi yang berasal dari Ukraina, sangat bagus untuk kesehatan hati (liver), dan mengobati batu ginjal. Lihat cara pembuatan beet kvass di sini.

Tepache  adalah minuman probiotik asal Meksiko, minuman fermentasi dari nanas, gula aren dan berbagai rempah.

Turmeric bug

natto_10_lengket_seru 20 Manfaat Makanan Hasil Fermentasi
Ginger bug adalah hasil fermentasi jahe, yang dapat dikombinasikan dengan berbagai minuman

Ginger bug adalah larutan fermentasi jahe dengan gula, yang digunakan untuk membuat minuman bersoda (sehat, enak dan menyegarkan). Ginger bug kaya akan mikroorganisme seperti ragi dan bakteri – bakteri baik, sama seperti bakteri baik yang terdapat dalam kimchi, sauerkraut, yogurt, atau kefir.

 

 

 

 

 

 

 

Sistem perncernaan yang baik mutlak diperlukan untuk memelihara kesehatan tubuh dan memulihkan tubuh dari berbagai penyakit. Usus adalah tempat di mana nutrisi makanan diserap, sehingga memiliki usus yang sehat penting untuk mencapai kesehatan optimal. Usus yang sehat memiliki bakteri baik dalam jumlah cukup.  Sayangnya makanan olahan, antibiotik dan pestisida telah merusak keseimbangan bakteri  di dalam usus.

Memulihkan bakteri baik di usus dapat dilakukan melalui suplementasi probiotik, atau dengan mengkonsumsi berbagai makanan hasil fermentasi, terutama sayur fermentasi.

Manfaat mengkonsumsi makanan hasil fermentasi tidak berbatas pada kesehatan bakteri baik di usus. Berikut segudang manfaat lainnya :

  1. Membantu menjaga keseimbangan produksi asam lambung.
  2. Mengurangi konstipasi dan diare. Makanan fermentasi membantu tubuh memproduksi asetilkolin. Asetilkolin adalah neurotransmitter yang berperan dalam transmisi impuls saraf. Asetilkolin membantu pergerakan usus besar dan membantu mengurangi konstipasi. Asetilkolin juga membantu melepaskan enzim – enzim dari lambung, pankreas dan kantong empedu.
  3. Mencegah infeksi bakteri karena Helicobacter pylori yang menyebabkan bisul dan radang lambung kronis.
  4. Mencegah dan mengobati penyakit diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2.
  5. Gula dalam asam laktat yang terkandung di dalam makanan hasil fermentasi telah dipecah – pecah sehingga tidak membebani kerja kelenjar pankreas.
  6. Makanan hasil fermentasi memproduksi berbagai senyawa yang menghalangi dan menghancurkan bakteri patogenik. Pda awal 1950an, selama wabah demam tifoid di Eropa, dilaporkan bahwa Sauerkraut efektif membunuh bakteri. Dan akhir – akhir ini, ilmuwan Jerman juga menemukan bahwa bakteri yang terkandung dalam roti Sourdough efektif membunuh mikroba. Demam tifoid disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebar ke seluruh tubuh dan mempengaruhi banyak organ.
  7. Fermentasi meningkatkan nutrisi makanan
  8. Memulihkan kesehatan bakteri usus di saat mengkonsumsi antibiotik
  9. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  10. Dapat dikonsumsi oleh mereka yang sensitif terhadap laktosa
  11. Membantu menurunkan berat badan. Kimchi telah terbukti memiliki efek anti kegemukan pada hewan. Makanan fermentasi menstabilkan nafsu makan dan mengurangi keinginan menyantap makanan manis.
  12. Mencegah alergi makanan pada anak – anak (ermasuk alergi kacang tanah).
  13. Kaya antioksidan dan membantu detoksifikasi tubuh.
  14. Memperbaiki leaky gut (kondisi di mana dinding usus bocor sehingga makanan yang tidak terserah dan racun memasuki aliran darah). Leaky gut memicu respon sistem kekebalan tubuh yang tidak normal.
  15. Mengurangi infeksi saluran kencing dan mengurangi infeksi sistem kelaman perempuan.
  16. Meringankan gejala PMS (pre-menstruation syndrome).
  17. Memperbaiki dan mencegah eksim dan jerawat.
  18. Memperbaiki kesehatan mental, kestabilan mood dan perilaku
  19. Memperbaiki gejala – gejala penderita autis
  20. Mengurangi resiko penyakit otak termasuk Alzheimer

Rangkuman manfaat makanan hasil fermentasi  dapat dilihat di dalam video interview Dr. Mercola dengan Carline Barringer (seorang ahli nutrisi0

Tips 

  1. Variasikan  makanan hasil fermentasi setiap harinya.. Hal ini untuk memastikan asupan gizi lengkap, karena setiap makanan hasil fermentasi mengandung nutrisi yang berbeda – beda.
  2. Pilih jenis makanan hasil fermentasi yang tepat untuk kondisi kesehatan kamu. Tempe dan sayur hasil fermentasi biasanya tinggi sodium.Penderita sakit jantung, tekanan darah tinggi atau gagal ginjal sebaiknya membatasi konsumsi kedua makanan ini, atau mencuci makanan tersebut dengan air matang.
  3. Jika membeli produk makanan  fermentasi kemasan (misalnya Sauerkraut atau yogurt), pastikan bahwa produk tersebut mengandung ‘bakteri hidup dan aktif’. Kebanyakan produk kemasan  melalui proses pasteurisasi yang mematikan semua bakterii dalam makanan (bakteri jahat maupun baik).
  4. Sebaiknya menghindari yogurt kemasan yang biasanya tinggi gula. Tambahkan madu mentah dan buah – buahan segar atau kering untuk mendapatkan rasa manis alami.
  5. Yogurt terbaik adalah sermentasi dari susu kambing dan susu sapi (yang diberi makan rumput, bukan  biji-bijian).

Proses pendinginan dan pengalengan baik untuk menjaga kandung nutrisi dalam makanan.  Namun untuk kesehatan optimal, lengkapi konsumsi sayuran dan buah segar dengan dua porsi makanan fermentasi setiap harinya.

Coba mulai bereksperimen membuat makanan fermentasi sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *